Abstract :
Kendaraan bermotor adalah kendaraan yang digerakkan oleh peralatan teknik untuk penggeraknya, dan digunakan untuk transportasi darat. Di Indonesia kendaraan bermotor sudah menjadi kendaraan dalam kehidupan sehari-hari. Hampir seluruh masyarakan Indonesia mempunyai kendaraan bermotor, salah satunya yaitu kendaraan roda dua. Seiring dengan berjalannya waktu dan penggunaan kendaraan bermotor yang terus menerus setiap hari pasti akan membutuhkan perawatan mesin. Selain perawatan mesin hal yang sering terjadi pada pengguna kendaraan bermotor yaitu kebocoran ban yang disebabkan oleh tertusuk paku atau kekuatan bahan ban (karet) terhadap panas akibat gesekan antara jalan aspal dan ban luar karena kondisi ban luar yang sudah halus. Selain itu penyebab dari kebocoran ban disebabkan oleh ban kempes (kekurangan angin). Agar ban kendaraan bermotor yang bocor masih dapat digunakan kembali maka diperlukannya alat tambal ban. Pada saat ini sudah ada alat tambal ban elektrik yang digunakan oleh tukang tambal ban. Dari hasil penelitian yang dilakukan, masih terdapat kelemahan-kelemahan pada segi alat tambal ban elektrik yang digunakan kurang mendukung saat digunakan. Dari pernyataan tersebut dapat dikatakan proses penambalan ban yang dilakukan oleh tukang tambal ban kurang optimal.
Untuk mengoptimalkan kelemahan-kelemahan alat tambal ban pada saat proses penambalan perlu dilakukan perancangan ulang alat tambal ban elektrik. Tujuan dari perancangan ulang ini untuk membandingkan waktu proses penambalan antara alat tambal ban elektrik terdahulu dengan alat tambal ban elektrik hasil rancangan. Dari perhitungan waktu proses set up dan pembongkaran penambalan antara menggunakan alat tambal ban elektrik hasil rancangan didapatkan waktu 03 menit 05 detik. Sedangkan menggunakan alat tambal ban elektrik terdahulu didapatkan waktu 04 menit 57 detik. Selisih waktu perbandingan yang diperoleh dari kedua alat tersebut yaitu 01 menit 52 detik. Presentase selisih waktu dari kedua alat tambal ban elektrik terdahulu dengan alat tambal ban elektrik hasil rancangan yang didapatkan yaitu 31%.