Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris bahwa makro ekonomi (nilai tukar, suku bunga, inflasi, dan produk domestik bruto) berpengaruh
terhadap indeks harga saham gabungan. Unsur makro ekonomi yang digunakan pada penelitian ini antara lain: nilai tukar, suku bunga, inflasi, dan produk domestik bruto.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks harga saham gabungan di BEI (Bursa Efek Indonesia) pada tahun 2014-2017. Total sampel penelitian 48 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan metode sampel jenuh/sensus. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda untuk menguji pengaruh nilai tukar, suku bunga, inflasi, dan produk domestik bruto terhadap indeks harga saham gabungan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa nilai tukar dan
suku bunga berpengaruh negatif terhadap indeks harga saham gabungan, sedangkan inflasi dan produk domestik bruto (PDB) tidak berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan.