Abstract :
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran resiliensi wanita paska perceraian. Aspek resiliensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah selfreliance.
Subjek penelitian dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti yaitu wanita yang telah bercerai lebih dari lima tahun, berusia 30-45, dan bercerai akibat perselingkuhan suami. Subjek penelitian berjumlah 1 orang. Subjek yang menikah lebih dari lima tahun, tidak memiliki anak. Subjek mengalami keterpurukan paska perceraian seperti putus asa, merasa tidak berharga dan menyesal. Subjek yang putus asa pernah melakukan percobaan bunuh diri, ketika mengetahui suami memiliki anak dari wanita lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara semistruktur dan
observasi non partisipan. Penelitian menunjukkan bahwa resiliensi tergambar pada kemampuan subjek untuk bangkit secara emosional. Subjek mampu mengendalikan emosi negatif dengan melibatkan kemampuan berpikir yang
rasional. Perubahan perilaku yang paling nampak pada subjek adalah bangkit dari keputusasaan dengan mengembalikan kepercayaan diri, mengendalikan emosi dan
mampu memaafkan.