Abstract :
Penyakit Paru Obstruktif Kronis ( PPOK ) adalah penyakit yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara. PPOK merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh perilaku merokok yang dapat mengancam kehidupan manusia.
Prevalensi PPOK di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 37%, angka ini dapat meningkat dengan semakin banyaknya jumlah perokok karena 90% penderita PPOK adalah perokok atau bekas perokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku merokok dengan kejadian penyakit paru obstuktif kronis (PPOK) di RS Paru Dungus Madiun. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pegumpulan data dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada 85 responden yang memenuhi kriteria. Pengambilan sampel menggunakan teknik
purposive sampling. Analisa data mengunakan analisis univariat untuk menentukan distribusi frekuensi, persentasi, mean, maksimum dan minimum. Hasil penelitian
gambaran perilaku merokok pada responden di RS Paru Dungus menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki, rata-rata usia responden antara 51?60 tahun, mayoritas responden berpendidikan SD, bekerja sebagai petani dan sebagian besar responden telah sakit selama 6-10 tahun. Sebagian besar responden perokok aktif, rata-rata usia awal merokok responden 14 tahun, rata-rata telah merokok selama 33 tahun. Sedangkan jenis rokok yang dihisap sebagian besar adalah rokok filter dengan jumlah 12 batang perhari. Rata-rata responden berhenti merokok
selama 3 tahun. Mayoritas responden memiliki anggota yang merokok dan semua tamu merokok di rumah responden. Sebagian besar tanda gejala yang dirasakan adalah sesak napas dan batuk berdahak.