Abstract :
Perubahan tingkat pertumbuhan laba merupakan indikator kenaikan atau
penurunan harga pasar suatu saham . Secara teoritis tingkat pertumbuhan laba yang
tinggi akan menaikkan harga pasar saham, demikian sebaliknya. Dalam penelitian ini
dianalisis hubungan antara tingkat pertumbuhan laba terhadap dividend per share dan
earning per share kbususnya pada industri rokok yang go public di Bursa Efek
Jakarta. Bagaimana hubungan yang terjadi antara variabel-variabel tersebut sangat
menarik untuk diteliti lebih lanjut. Secara teoritis variabel tingkat pertumbuhan laba
mempunyai hubungan positif terhadap dividend per share dan earning per share,
tetapi kenyataan tersebut tidak terjadi di Bursa Efek Jakarta khususnya industri rokok.
Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan tingkat
pertumbuhan laba terhadap dividend per share dan earning per share.
Tehnik analisis data dalam penelitian ini menggunakan tehnik kualitatif atau
statistik deskriptif dimana hanya memaparkan fakta yang ada dan mencari penyebab-penyebab yang relevan dengan masalah yang terjadi. Penelitian ini tidak
menggunakan hipotesis karena kesimpulan yang diambil lebih merupakan perbandingan saja.
Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan perubahan tingkat pertumbuhan laba terhadap dividend per share dan earning per share tidak selalu searah atau
positif walaupun keadaan ini juga terbatas pada kondisi keuangan perusahaan secara
internal. Pada PT. Gudang Garam pergerakan tingkat pertumbuhan laba terhadap
dividend per share dan earning per share menunjukkan trend fluktuatif sehingga
faktor tingkat pertumbuhan laba bukan menjadi faktor penentu terhadap perubahan
dividend per share dan earning per share. Pada PT. H.M Sampoema dan PT. BAT
Indonesia perubahan dividend per share dan earning per share searah dengan
perubahan tingkat pertumbuhan laba sehingga dikatakan tingkat pertumbuhan laba
berhubungan dengan pergerakan dividend per share dan earning per share.
Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum tingkat pertumbuhan
laba mempunyai hubungan positif terhadap dividend per share dan earning per share
apabila tidak ada kondisi atau faktor lain yang lebih dominan.
II