Abstract :
Masa remaja disebut juga sebagai periode “badai dan tekananâ€, yaitu
masa dimana remaja memasuki masa yang membingungkan ditambah lagi
dengan konflik dan perubahan suasana hati. Sewaktu-waktu remaja bisa
berbuat jahat tapi mungkin saja berbuat baik dilain waktu, dan terkadang ia
ingin menyendiri tapi diwaktu yang lain ingin membuat perkumpulan.
Apabila remaja berhasil melewati masa peralihan yang dianggap
sebagai badai dan tekanan ini maka remaja akan memiliki kematangan
emosi yang cukup baik yang diikuti dengan penyesuaian pribadi dan sosial
yang baik. Namun sebaliknya remaja yang gagal menjalankan masa
peralihan ini akan mengalami ketidakmatangan dalam beberapa hal salah
satunya ditunjukan dengan perilaku moral remaja yang melanggar peraturan
dan hukum.
Dari beberapa penelitian yang dilakukan ternyata diketahui bahwa
remaja banyak melakukan tindakan kenakalan, bahkan data dari PMKS
Dinas Sosial Jawa Timur menunjukan peningkatan jumlah anak nakal di
Surabaya.
Berdasarkan fenomena tersebut maka peneliti memutuskan untuk
mengetahui bagaimanakah proses dinamika psikologis remaja sehingga ia
mampu melakukan perilaku yang melanggar hukum.
Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Informan
penelitian sejumlah 1 orang yang sedang berada di dalam tahanan Rutan
Medaeng Surabaya. Metode pengumpulan data adalah dengan melakukan
wawancara.
Dari hasil pengolahan data penelitian, dapat disimpulkan bahwa
dinamika psikologis remaja yang mengalami kenakalan disebabkan karena
adanya faktor eksternal yang berupa background keluarga yang tidak
harmonis, adanya tekanan sosial, serta kurangnya kontrol dari lingkungan.
Disamping itu adanya harapan untuk mendapatkan penghargaan dan
disonansi kognitif mengenai kenakalan remaja menjadi penyebab faktor
internal. Perilaku kenakalan remaja juga dikarenakan adanya proses
modeling serta konsekuensi. Adanya Konsekuensi positif menjadi penyebab
pengulangan perilaku.