Abstract :
Penelitian ini mengukur bagaimana opini masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta mengenai logo “Jogja Istimewa†yang dalam rebranding logo tersebut terjadi kontroversi hingga ke media sosial (twitter) dan menjadi trending topic karena saat itu logo yang dibuat oleh Mark Plus Inc. tidak mencerminkan D.I.Y. Saat peneliti melakukan observasi langsung dengan beberapa masyarakat mereka tidak setuju dengan logo “Jogja Istimewa†yang telah disahkan, yang masyarakat tahu dan inginkan logo untuk Daerah Istimewa Yogyakarta ialah logo milik keraton yang menjadi identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Sehingga terbentuklah forum “Jogja Darurat Logo†untuk mengatasi masalah tersebut dan diadakan sayembara logo.
Dari dasar kontroversi ini peneliti ingin meneliti opini masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan dengan metode survey deskriptif. Teknik yang digunakan peneliti ialah teknik proposional random sampling tidak berstrata, peneliti mengambil sampel sebanyak 399 responden yang disebarkan ke masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta di lima wilayah yaitu: Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Kulonprogo dan Kota Yogyakarta. Untuk meneliti opini peneliti menggunakan indikator cognition,affection dan behavior dan elemen logo yang diukur ialah warna, tipografi dan slogan/tagline dari hasil penelitian ini menunjukkan opini masyarakat D.I.Y 74% beropini positif dan 26% beropini negatif.