Abstract :
Melihat makin pesatnya pembangunan di Indonesia, mengakibatkan kegiatan ekonomi meningkat dan membawa dampak terhadap tingkat permintaan semen. Namun perkembangan ini tidak diikuti dengan kapasitas industri yang memadai sehingga harga eceran semen diatas harga pedoman setempat. Hal ini menyebabkan industri-industri semen yang go public tersebut berusaha untuk memperluas usahanya dengan menggunakan sumber dana yang berasal dari hutang juga dapat memperoleh dana dari pihak investor di pasar modal.
Para investor yang in gin menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut mengharapkan akan memperoleh keuntungan berupa deviden dan atau capital again. Untuk itu harga saham merupakan alat pemantau kinerja keuangan perusahaan yang dapat dilihat dari rasio-rasio keuangannya antara lain profitabilitas, likuiditas dan leverage.
Selain dari rasio-rasio keuangannya, harga saham juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain seperti inflasi, pajak, kebijakan pemerintah, politik dan sebagainya. Namun dalam skrlPsi ini, rasio profitabilitas, likuiditas dan leverage yang digunakan untuk mengidentifikasi perubahan harga saham perusahaan.
Dalam hal ini profitabilitas perusahaan tercennin dalam Return On Equity, likuiditas perusahaan tercermin dalam Current Ratio sedangkan leverage perusahaan tercennin dalam Debt to Total Asset. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa harga saham industri semen yang go publik dipengaruhi oleh ketiga variabel yaitu Return On Equity. Current Ratio dan Debt to Total Asset.
Hasil ini menurijukkan bahwa minat investor untuk menanamkan modalnya pada industri semen tergantung pada kinerja keuangan perusahaan tersebut. Jika kinerja perusahaan tersebut baik maka perusahaan akan memperoleh laba yang besar sehinga harga saham perusahaan meningkat. Dengan meningkatnya harga saham industri semen tersebut maka para investor akan benninat untuk membeli sahamnya.
Selain itu hasil analisis juga menunjukkan bahwa variabel Return On Equity lebih dominan dibandingkan dengan variabel Current Ratio dan Debt to Total Asset. Hal ini dapat diartikan bahwa perubahan harga saham industri semen yang cenderung menurun sebagian besar disebabkan laba yang diperoleh perusahaan semakin kecil jika dibandingkan dengan faktor yang lain.