Abstract :
Saos tomat komersial umumnya menggunakan pengental dari
pati termodifikasi atau maizena, tetapi masih diupayakan alternatif pati
atau tepung lain, termasuk tepung sagu. Sifat fisikokimia tepung sagu
hampir sama dengan maizena, seperti rasio amilosa-amilopektin dan
kisaran suhu gelatinisasi pati. Survei pasar menunjukkan bahwa harga
tepung sagu lebih ekonomis daripada pati lain yang digunakan dalam saos
tomat komersial. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut
mengenai pengaruh tepung sagu dan bubur buah tomat terhadap sifat
fisikokimia saos tomat kental.
Penelitian dirancang sebagai penelitian Non-Faktorial dengan
faktor tunggal yaitu proporsi bubur buah tomat terhadap tepung sagu pada
6 taraf perlakuan (96,5:3,5; 95,5:4,5; 94,5:5,5; 93,5:6,5; 92,5:7,5; dan
91,5:8,5 (% g/g) yang berturut-turut disebut dengan P1, P2, P3, P4, P5, dan
P6). Data dianalisa dengan ANOVA pada α=0,05, kemudian dilanjutkan
dengan Uji DMRT pada α=0,05. Parameter yang diukur adalah sifat
fisikokimia (total padatan terlarut, viskositas, dan sineresis). Uji
pembobotan digunakan untuk menentukan perlakuan terbaik.
Proporsi tepung sagu terhadap bubur buah tomat berpengaruh
nyata terhadap sifat fisikokimia (total padatan terlarut, viskositas, dan
sineresis) saos tomat kental. Peningkatan proporsi tepung sagu terhadap
bubur buah tomat menyebabkan peningkatan total padatan terlarut dan
viskositas, tetapi hanya sampai proporsi 92,5:7,5. Peningkatan proporsi
tepung sagu terhadap bubur buah tomat menyebabkan penurunan
persentase sineresis yang terjadi dalam masa penyimpanan 30 hari dan
sineresis efektif dihambat pada proporsi 94,5:5,5-91,5:8,5. Perlakuan
terbaik tampak pada proporsi 92,5:7,5.