Abstract :
Semakin terbukanya fenomena homoseksualitas dan hilangnya
homoseksualitas sebagai bentuk gangguan jiwa dari DSM dan PPDGJ tidak
membuat persepsi masyarakat tentang kaum minoritas ini berubah , hal ini
membuat banyak kaum gay harus pandai-pandai menutupi jati dirinya, salah
satu hal yang umum dilakukan kaum gay untuk menutupi jati dirinya adalah
dengan berhubungan dengan perempuan, hubungan yang dimaksud yaitu
berpacaran maupun menikah. Dan karena kaum gay memiliki orientasi seks
sesama jenis maka menjalin hubungan dengan seorang perempuan tentu
akan menimbulkan suatu dinamika yang secara psikologis akan
berpengaruh pada psychological well being mereka.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe
penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan in
depth-interview dan observasi pada dua orang informan berusia 29 tahun
dan berdomisili di Surabaya, satu informan saat ini sedang menikah dengan
seorang perempuan terhitung sejak bulan November 2010 dan informan
lainnya pernah berpacaran dengan perempuan selama delapan bulan.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa dinamika psikologis yang
terjadi bersumber pada konflik ego ideal dan ego alien, kemudian akan
termanifestasi dalam bentuk kecemasan–kecemasan yang pada akhirnya
membuat kedua informan melakukan upaya coping.