Abstract :
Katarak adalah penyakit degeneratif dimana lensa kristalin bola mata yang
seharusnya jernih berubah menjadi keruh sehingga mengganggu
pengelihatan dan akhirnya menyebabkan kebutaan. Kitolod (Laurentia
longiflora) merupakan salah satu tanaman obat di Indonesia yang telah
banyak digunakan dan dipercaya secara empiris untuk mengobati penyakit
mata terutama katarak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahuiefek pemberian infus daun kitolod (Laurentia longiflora) secara
peroral dapat menurunkan jumlah sel PMN pada histopatologi mata tikus
putih yang diinduksi Methyl Nitroso Urea (MNU). Tikus putih jantan
sebanyak 24 ekor dikelompokkan menjadi 6 kelompok secara acak :
kelompok kontrol normal, kelompok kontrol sakityang diinduksi MNU tapi
tidak diberi infus daun kitolod, kelompok perlakuan yang diinduksi MNU
100mg/kgBB dan kemudian diberi infus daun kitolod 20% secara peroral
dengan dosis 100 mg/70kgBB, 300 mg/70kgBB dan 600 mg/70kgBB serta
kelompok pembanding diberi ekstrak bilberry terstandart dosis
300mg/70kgBB. Hewan coba diberi perlakuan sesuai perlakuan masingmasing
kelompok selama 14 hari. Pada hari ke-36, tikus dikorbankan dan
diambil matanya untuk dibuat preparat dengan pengecatan Hematoksilin-
Eosin dan dilakukan pengamatan jumlah sel radang. Pada uji One way
anova menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dari keenam
kelompok perlakuan (sig < 0,050). Hasil uji LSD 5% diperoleh nilai sig <
0,050 (0,000 < 0,050) jika dibandingkan antara kelompok C dan kelompok
KS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian infus daun kitolod
secara peroral dengan dosis 100, 300, 600mg/70kgBB dapat menurunkan
jumlah sel PMN seiring dengan peningkatan dosis.