Abstract :
Tomat merupakan jenis sayuran yang mudah mengalami
kerusakan, sehingga diperlukan pengolahan lebih lanjut, salah satunya
yaitu saos tomat. Saos tomat komersial umumnya menggunakan thickener
dari pati termodifikasi atau maizena yang memiliki kadar pati sekitar
72%. Sumber pati lain seperti tepung sagu telah diupayakan mencapai
kualitas saos tomat yang lebih baik. Tepung sagu memiliki kadar
karbohidrat sekitar 84,7% dengan kadar pati 80,0%. Sifat fisikokimia
tepung sagu hampir sama dengan maizena, seperti rasio amilosaamilopektin
dan kisaran suhu gelatinisasi pati. Hasil survei pasar
menunjukkan harga tepung sagu lebih ekonomis dua kali lipat daripada
harga maizena. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh
konsentrasi tepung sagu terhadap sifat fisikokimia thick tomato ketchup
yang dihasilkan sehingga dapat menentukan konsentrasi tepung sagu yang
memberikan sifat fisikokimia thick tomato ketchup terbaik.
Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian Non-Faktorial
dengan faktor tunggal yaitu Konsentrasi Tepung Sagu pada 6 taraf
perlakuan (3,5%; 4,5%; 5,5%; 6,5%; 7,5%; dan 8,5% yang berturut-turut
disebut dengan K1, K2, K3, K4, K5, dan K6 (% tepung sagu (b/b)). Variabel
tergantung yang diukur meliputi sifat fisikokimia (viskositas, total
padatan terlarut, dan sineresis). Data pendukungnya adalah kadar pektin,
kadar gula reduksi, kadar pati, kadar air, kadar asam, dan pH. Data akan
dianalisa dengan ANOVA pada α=0,05 dan apabila hasilnya memberikan
pengaruh nyata maka akan dilanjutkan dengan Uji DMRT pada α=0,05
untuk mengetahui pengaruh level perlakuan. Uji pembobotan dilakukan
untuk menentukan konsentrasi tepung sagu terbaik pada proses
pembuatan thick tomato ketchup, menggunakan nilai skor 50% untuk
viskositas, 35% untuk total padatan terlarut, dan 15% untuk sineresis.