Abstract :
Perasaan negatif yang timbul dari menarik diri (Isolasi Sosial) akan berdampak pada penurunan harga diri terhadap diri sendiri, gangguan hubungan sosial, merendahkan martabat, bahkan dapat mencederai diri, oranglain dan lingkungan. Intervensi keperawatan isolasi sosial dapat melalui Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kemampuan berinteraksi sosial pasien isolasi sosial dalam TAKS. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 9 orang yang telah ditentukan dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Variabel dalam penelitian ini adalah TAK Sosialisasi, yang menggunakan lembar observasi dengan format skala Guttman. Hasil penelitian menunjukan bahwa 56% diaktakan mampu mengikuti kegiatan TAK Sosiaisasi dari Sesi 1 sampai Sesi 7 dan sebanyak 44% belum mampu. Berdasarkan hasil tersebut bahwa TAKS perlu dilakukan untuk meningkatkan hubungan sosialisasi pada pasien isolasi sosial tanpa meninggalkan tindakan keperawatan lain seperti membina hubungan saling percaya dan membantu pasien menyadari perilaku isolasi sosial.