Abstract :
Kitolod secara empiris dapat berkhasiat sebagai pengobatan katarak.
Katarak merupakan kekeruhan lensa yang dapat mengakibatkan lensa tidak
transparan, sehingga pupil akan berwarna putih atau abu-abu. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun
Kitolod (Laurentia longiflora) secara peroral dapat mengobati terjadinya
katarak melalui pengamatan penurunan jumlah makrofag pada jaringan
mata tikus Wistar jantan yang telah diinduksi Methyl Nitroso Urea. Pada
penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus jantan galur Wistar dibagi dalam
6 kelompok, yaitu kelompok kontrol sehat normal, kelompok sakit hanya
diinduksi MNU, kelompok perlakuan yang diinduksi MNU kemudian diberi
ekstrak etanol daun Kitolod 20% p.o yaitu K (1), (2), (3) dengan dosis
100mg/70KgBB, 300mg/70KgBB, 600mg/70KgBB dan kelompok
pembanding yaitu K (4) dengan menggunakan ekstrak billberry dosis
300mg/70KgBB. Penghitungan jumlah makrofag menggunakan mikroskop
dengan perbesaran 1000X. Hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan
adanya perbedaan yang signifikan jumlah makrofag dari ke 6 kelompok
perlakuan sig > 0,05 (0,954 > 0,05). Hasil uji One Way ANOVA yaitu
Fhitung > Ftabel (10,270 > 3,3258). Pemberian ekstrak etanol daun Kitolod
dosis 600mg/70KgBB dapat mengobati katarak yang dilihat dari penurunan
jumlah makrofag pada jaringan mata tikus jantan Wistar yang telah
diinduksi MNU.