Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Adrianto Rahardja (STUDENT ID : adri.westenfluss@gmail.com)
Subject
Agriculture and Food Technology
Datestamp
2016-09-01 04:21:13
Abstract :
Beras merupakan salah satu bahan pangan pokok yang banyak
dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Mayoritas masyarakat Indonesia
mengonsumsi beras sebagai bahan pangan pokok karena kadar
karbohidratnya yang tinggi. Jenis beras dibagi menjadi tiga jenis
berdasarkan warna, yaitu beras putih, beras merah dan hitam. Beras hitam
adalah jenis beras yang memiliki kadar antioksidan lebih tinggi daripada
beras merah. Selain itu, beras hitam juga memiliki kadar protein, vitamin,
dan mineral yang lebih tinggi daripada beras putih dan merah. Akan
tetapi, pengolahan beras hitam di Indonesia sangat terbatas, sehingga
diperlukan usaha diversifikasi pangan. Solusi yang dapat dilakukan yaitu
mengolah beras hitam menjadi bipang. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui pengaruh proporsi sirup glukosa dan gula semut terhadap
sifat fisikokimia dan organoleptik bipang beras hitam. Rancangan
penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)
faktor tunggal. Faktor yang diteliti pada penelitian ini adalah yaitu
proporsi sirup glukosa dan gula semut yang terdiri atas enam level, yaitu
35% : 65%, 40% : 60%, 45% : 55%, 50% : 50%, 55% : 45%, dan 60% :
40%. Masing-masing perlakuan diberi pengulangan sebanyak empat kali.
Parameter yang diuji meliputi kadar air, warna, tekstur, dan organoleptik
(warna, rasa, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi
sirup glukosa dan gula semut memberikan perbedaan nyata terhadap
kadar air, aktivitas air, warna, dan tingkat kesukaan terhadap tingkat
kemanisan, kekerasan, dan kelengketan bipang beras hitam. Perlakuan
terbaik yang dipilih berdasarkan uji organoleptik adalah bipang beras
hitam dengan proporsi sirup glukosa dan gula semut 50% : 50% dengan
kadar air sebesar 4,66% (wet basis), aktivitas air (Aw) sebesar 0,47, nilai
lightness sebesar 39,37, nilai chroma sebesar 5,37, nilai hue sebesar 28,01
dan nilai organoleptik kesukaan terhadap warna permukaan sebesar 4,61,
tingkat kemanisan sebesar 4,48, kekerasan sebesar 5,26, dan kelengketan
sebesar 5,54.