Abstract :
Perbankan merupakan lembaga keuangan yang padat
modal sehingga dapat mempengaruhi perekonomian negara, maka
dalam melaksanakan kegiatannya bank harus selalu menjaga
kestabilan kinerja keuangannya. Arsitektur Perbankan Indonesia
(API) merupakan suatu kerangka dasar sistem perbankan Indonesia
yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan
tatanan industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai
sepuluh tahun ke depan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada/tidaknya
perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan perbankan
(Capital Adequacy Ratio, Return on Assets, Loan to Deposit
Ratio, Non Performing Loan) yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia empat tahun sebelum (2000-2003) dan empat tahun
sesudah (2005-2008) pelaksanaan Arsitektur Perbankan Indonesia.
Sampel yang digunakan merupakan 14 bank yang dipilih
dengan teknik purposive sampling. Sumber data berupa data
sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan auditan. Teknik
analisis data menggunakan paired sample test.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Capital
Adequacy Ratio tidak menunjukkan perbedaan signifikan,
sedangkan Return on Assets, Loan to Deposit Ratio, Non
Performing Loan menunjukkan perbedaan signifikan antara empat
tahun sebelum dan sesudah pelaksanaan API. Secara keseluruhan
pelaksanaan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) telah berjalan
efektif menjelang tahun kelima.