Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Toda, Victorina Vinsensiani
Wibowo, Yenita Permata
Subject
Engineering
Datestamp
2016-10-11 08:11:01
Abstract :
Kesehatan berkaitan dengan kabersihan, mulai dari kebersihan individu hingga kebersihan lingkungan. Kebersihan individu, harus selalu dijaga dengan melakukan beberapa kegiatan rutin, salah satunya adalah mandi dua kali sehari. Dikarenakan beberapa macam alasan mulai dari higienisitas, mudah dibawa, semakin banyak macam penyakit yang ditimbulkan kuman, bakteri maupun virus akibat penggunaan sabun secara bersamaan, dan masyarakat semakin peduli dengan kesehatan, membuat sebagian besar masyarakat mulai beralih dari sabun mandi batang ke sabun mandi cair. Salah satu bahan baku dari pembuatan sabun cair adalah minyak goreng. Untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan dari penggunaan minyak goreng maka dalam perancangan pabrik ini bahan baku yang dipilih untuk pembuatan sabun adalah minyak goreng bekas.
Proses pembuatan sabun cair dari minyak goreng bekas adalah minyak goreng bekas ditreatment kemudian dicampur dengan NaCl dan KOH untuk proses penyabunan. Kemudian sabun dipisahkan dari produk samping seperti gliserol setelah itu sabun dicampur dengan bahan-bahan aditif agar memenuhi standar sabun cair yang baik.
Ringkasan Prarencana Pabrik Sabun Cair dari Minyak Goreng Bekas ini adalah sebagai berikut:
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas (PT)
Produksi : Sabun Mandi Cair 21.210 kg/hari
Status Perusahaan : Swasta
Kapasitas Produksi : 7.000 ton/tahun
Hari Kerja Efektif : 330 hari/tahun
Sistem Operasi : Semi-batch
Masa Konstruksi : 2 tahun
Waktu mulai beroperasi : Tahun 2018
Bahan Baku :
• Minyak Goreng Bekas = 23.760 kg/hari
• Kalium Hidroksida = 1.292,0065 kg/hari
• Natrium Klorida = 39,3079 kg/hari
• Parfum = 98,4403 kg/hari
• Pewarna = 98,4403 kg/hari
• Glycol distearate = 1.378,1642 kg/hari
• Citric acid = 98,4403 kg/hari
• Triclocarban = 196,8806 kg/hari
• Tetrasodium EDTA = 15,7504 kg/hari
• Cocamidopropyl betaine = 59,0642 kg /hari
• Sodium laureth sulfat = 118,1284 kg/hari
• Glycerin = 984,403 kg/hari
Jumlah Tenaga Kerja : 128 orang
Lokasi Pabrik : Jalan Pattimura, Kecamatan Bangil
Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur
Luas Pabrik : 7.105 m2
Hasil analisa ekonomi yang telah dilakukan:
• Fixed Capital Investment (FCI) = Rp 50.787.151.872
• Working Capital Investment (WCI) = Rp 47.702.219.625
• Total Production Cost (TPC) = Rp 579.535.609.701
• Rate of Return sebelum pajak = 53,11%
• Rate of Return sesudah pajak = 44,11%
• Rate of Equity sebelum pajak = 63,99%
• Rate of Equity sesudah pajak = 52,98%
• Pay Out Time sebelum pajak = 2 tahun 8 bulan
• Pay Out Time sesudah pajak = 3 tahun 3 bulan
• Break Even Point (BEP) = 30,63%