Abstract :
Kemukus (Piper cubeba L.F) telah dikenal oleh masyarakat
Indonesia dan secara empiris digunakan untuk mengobati
berbagai macam penyakit antara lain disentri dan
gangguan saluran pencernaan lain. Telah dilakukan penelitian
dengan komponen minyak atsiri buah kemukus mengenai
daya antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus ATCC
25923 dan Escherichia coli ATCC 25922, dimana kedua bakteri
ini menyebabkan gangguan saluran pencernaan yang
ditandai dengan diare.
Pembuatan larutan uji komponen minyak atsiri buah
kemukus dilakukan dengan cara mikrodestilasi air. Destilat
yang didapat ditarik dengan N-hexan, kemudian N-hexannya
diambil dan diuapkan pada suhu kamar sampai kering Larutan
uji komponen minyak atsiri buah kemukus 1%, 3%, 5% dibuat
dengan melarutkan sisa kering tersebut dengan kloroform
dan daya antibakterinya ditentukan dengan metode biogran
kontak.
Fase diam yang digunakan adalah silika gel 60 F254
0,2 rnm (E. Merck) dan fase geraknya adalah kloroform :
etanol : asam asetat glasial dengan perbandingan 94 : 5 :
1, dan sebagai penampak noda digunakan asam fosfomolibdat.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
komponen minyak atsiri buah kemukus 1% (50µg/5µl), 3%
(150µg/5µl), 5% (250µg/5µ1) menunjukkan daya antibakteri
terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 pada Rf 0,70 dan
tidak menunjukkan daya antibakteri terhadap Escherichia
coli ATCC 25922.