Abstract :
Nugget ikan tenggiri merupakan salah satu produk olahan yang
memanfaatkan potongan daging ikan tenggiri yang relatif kecil dan tidak
beraturan kemudian dilekatkan kembali menjadi produk yang lebih besar
(restructured meat) dengan penambahan bumbu, bahan pengisi, dan
bahan pengikat. Pati garut merupakan salah satu bahan pengisi yang
berasal dari ubi-ubian lokal dan memiliki kadar pati tinggi. Penggunaan
pati garut sebesar 20% menyebabkan pembentukan gel pada nugget tetapi
nugget tersebut masih disukai konsumen. Pati cenderung mudah
menyerap air sehingga diperlukan bahan lain yang memiliki kemampuan
penyerapan air yang lebih besar sehingga pembentukan gel pati dapat
dihambat.
Isolat protein kedelai (ISP) merupakan bentuk protein yang paling
murni, memiliki kadar protein minimum 95% dan memiliki nilai daya
serap air lebih dari 400%. Penambahan ISP mempengaruhi sifat
fisikokimia dan organoleptik nugget yang dihasilkan. Penelitian ini akan
mempelajari pengaruh variasi konsentrasi isolat protein kedelai pada
pembuatan nugget ikan tenggiri sehingga menghasilkan nugget yang
berkualitas baik dan dapat diterima oleh konsumen.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak
kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu variasi konsentrasi isolat
protein kedelai (I), yang terdiri atas tujuh level yaitu 0,0% (I1), 0,5% (I2),
1,0% (I3), 1,5% (I4), 2,0% (I5), 2,5% (I6), dan 3,0% (I7), masing-masing
perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diuji meliputi
analisa kadar air, analisa kadar lemak, analisa juiceness, analisa tekstur
(hardness, springiness, cohesiveness, chewiness, gumminess/stickness,
dan fractubillity) dan sifat organoleptik (juiceness, tekstur, dan rasa). Data
akan dianalisis dengan Analysis of Variance( ANOVA) pada a = 5%.
Apabila hasil ANOVA menunjukkan adanya perbedaan nyata, maka
dilakukan uji lanjutan yaitu uji DMRT (Duncan;s multiple range tests) )
pada a= 5%.