DETAIL DOCUMENT
Pengembangan metode penetapan kadar Glibenklamid dalam plasma darah manusia secara in vitro menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Ruswita Novitasari (STUDENT ID : ruswita45@gmail.com)
Subject
Pharmacy 
Datestamp
2016-08-19 01:50:33 
Abstract :
Glibenklamid merupakan salah satu obat diabetes melitus yang termasuk golongan sulfonilurea dan merupakan obat wajib uji bioekivalensi yang telah dicantumkan dalam Peraturan Kepala BPOM RI, maka perlu dilakukan pengembangan metode analisis untuk menentukan kadar glibenklamid dalam plasma darah manusia. Fase diam yang digunakan adalah RP-C 18 (10 µm, 44 mm x 250 mm) dan fase gerak dapar fosfat 0,04 M pH 3,5 : asetonitril (46:54, v/v) dengan kecepatan alir 0,8 ml/menit dan diamati pada panjang gelombang 225 nm. Hasil uji selektifitas waktu retensi glibenklamid 13,6 menit. Hasil uji linieritas rentang konsentrasi 0,05 µg/mL – 0,20 µg/mL dengan koefisien korelasi 0,9924 yang menunjukan adanya korelasi yang linier. Metode yang digunakan memiliki batas deteksi dan kuantitasi 9,267 ng/mL dan 30,889 ng/mL. Hasil uji akurasi dan presisi dengan konsentrasi 50% ; 75% dan 100% memperoleh persen perolehan kembali 83,79 % ± 0,24; 93,84 % ± 1,16 dan 83,98 % ± 0,86. Metode KCKT yang dikembangkan dengan fase diam RP- C18 (10 µm, 4mm x 250mm) dan fase gerak dapar fosfat 0,04 M pH 3,5 : asetonitril (46:54, v/v) dengan kecepatan alir 0,8 ml/menit dapat dikembangkan untuk penetapan kadar glibenklamid dalam plasma darah manusia secara in vitro. 
Institution Info

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya