Abstract :
Perkembangan jaman yang semakin modern menyebabkan banyaknya pembangunan mall atau shopping centre. Indonesia Tourism News melansir bahwa kehadiran mall di Surabaya telah mengukuhkan jati diri sebagai kota perdagangan. Selain itu, dengan kehadiran mall diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata. Kini Surabaya telah memiliki setidaknya 32 shopping mall dan diperkirakan akan terus bertambah tiap tahunnya. Kelahiran shopping mall di Surabaya diawali dengan adanya Tunjungan Plaza, yang disusul Delta Plaza dan Surabaya Mall pada tahun 1986. Kehadiran tiga shopping mall tersebut secara perlahan diikuti pusat-pusat perbelanjaan modern lainnya hingga mencapai booming pada periode tahun 2005-2008. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah nonprobabilitas. Cara pengambilan sampel yang digunakan adalah arbitrer. Sedangkan, teknik analisis yang digunakan adalah menggunakan analisis regresi linier berganda. Responden yang diambil yaitu konsumen Sport Station di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan antara financial availability erhadap impulse buying, impulsivity berpemgaruh positif dan tidak signifikan terhadap impulse buying dan psychological attachment berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying.
Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah Hipotesis pertama dan kedua dinyatakan ditolak hipotesis ketiga dinyatakan diterima. Hipotesis pertama menyatakan financial availability berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap impulse buying, hipotesis kedua menyatakan impulsivity berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap impulse buying, hipotesis ketiga menyatakan attachment berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying.