Abstract :
Kecap merupakan salah satu hasil pengolahan kedelai yang berupa
cairan berwarna hitam dan rasanya manis atau asin juga bergizi tinggi dan
berguna sebagai bumbu dapur atau penyedap untuk meningkatkan citarasa.
Tahapan utama dalam pembuatan kecap manis adalah fermentasi koji,
fermentasi moromi dan pemasakan kecap. Sebelum kecap dimasak, terlebih
dahulu dilakukan preparasi bumbu dan pelarutan gula. Gula yang telah larut
dicampur dengan air, filtrat hasil fermentasi moromi dan bumbu-bumbu
kemudian dimasak hingga mendidih dan dikentalkan hingga volumenya
berkurang kira-kira 25%. Proses pemasakan merupakan proses yang penting
dalam pembuatan kecap karena mempengaruhi kenampakan (viskositas),
rasa dan flavor produk kecap yang dihasilkan.
Perencanaan pendirian unit pemasakan pada pengolahan kecap manis
kapasitas 200 Kg/hari ini dikaji dari segi teknis dan ekonomi. Segi teknis
yang meliputi pemilihan lokasi dan tata letak unit pemasakan, mesin,
peralatan, dan utilitas yang digunakan, pengaturan kondisi ruangan
pemasakan, dan sumber daya manusia. Segi ekonomi yang meliputi analisa
biaya yang dibutuhkan untuk pendirian unit pemasakan.
Perencanaan unit pemasakan pada pengolahan kecap manis dengan
kapasitas 200 Kg/hari dinilai layak secara teknis karena tata letak unit
pemasakan yang memadai (product layout) sehingga memudahkan hilir
mudik pekerja, pengaturan kondisi ruangan yang memadai (exhaust fan)
untuk mengurangi kelembapan dalam ruang pemasakan sehingga
mengurangi kontaminasi, mesin, peralatan, dan utilitas dengan jumlah yang
mencukupi untuk kapasitas produksi 4359 liter/hari (timbangan merk ASCN
1 sejumlah 1 buah, tangki pemasakan sejumlah 2 buah, dan mesin perajang
bumbu sejumlah 1 buah), dan sumber daya manusia yang digunakan
jumlahnya memadai (sejumlah 13 orang). Total biaya unit pemasakan
adalah sebesar Rp 3.943,98/ botol (kemasan botol 620 ml) dengan
persentase sebesar 51,27% dari total biaya produksi.