Abstract :
Kota Surabaya merupakan wilayah pengembangan bisnis properti. Hal itu merupakan gambaran nyata pembangunan kawasan perumahan, apartemen, condominium, hotel, gedung pencakar langit, dan sebagainya di Surabaya. Dampak pembangunan properti tentunya berbanding lurus dengan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tujuan awal dari pembangunan vertikal ini, seperti yang sudah dijelaskan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2007 pasal 12 ayat 2 adalah untuk memperoleh tambahan luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan lahan pembangunan infrastruktur kota.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara kuantitatif deksriptif tentang persepsi kebutuhan ruang terbuka hijau masyarakat surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Subjek penelitian (N=150) adalah pengunjung taman bungkul Surabaya. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara clustered incidental sampling dengan menggunakan metode skala likert yang sudah dimodifikasi. Dengan mendapatkan validitas berkisar antara 0,333 sampai dengan 0,653 dan koefisien reliabilitas 0.907 dengan spss 16.00. Hasil penelitian menunjukkan, secara perseptual masyarakat di Surabaya utara sangat membutuhkan ruang terbuka hijau. Selanjutnya aspek yang paling dominan adalah aspek kognisi. Artinya secara perseptual pengetahuan dan pemahaman tentang kebutuhan ruang terbuka hijau sangat tinggi. Ketika mereka memiliki nilai yang tinggi mereka cenderung memiliki pengetahuan dan pemahaman yang luas (aspek kognisi).