Abstract :
Tujuan memilih alat proteksi ini untuk memberikan acuan pilihan
Pengaman protektor pada telepon secara otomatis dengan alat proteksi
elektronik, dan diharapkan memecahkan masalah pengamanan terhadap
hubungan-hubungan interlokal dan internasional yang tidak perIu.
Untuk mencapai tujuan tersebut, dalam pembuatan alat 1m
menerapkan penggunaan password sebagai kunci, dimana masukan
password memanfaatkan sinyal DTMF pada keypad pesawat telepon yang
diuhah menjadi data-data digital 4 bit pada rangkaian DTMF. Data digital 4
bit ini menjadi data untuk mikrokontroler yang diprogram untuk meminta
password apabila angka awal yang ditekan adalah "0" atau "101" apabila
password salah maka relai yang menghubungakan pesawat telepon dengan
jaringan telepon digerakan oleh mikrokontroler untuk memutus hubungan
tersebut. Apabila password benar maka relai tetap pada posisi
menghubungkan pesawat dengan jaringan telepon.
Penekanan angka awal selain "0" atau "10 1" tidak akan diinterupsi
permintaan password sehingga hubungan selain intcrlokal dan internasional
tidak akan diproteksi. Pemilihan angka "0" dan "10 1" dikarenakan angka
awal pada hubungan interlokal dan internasional diawali prefik "0",
sedangkan "101" adalah nomor hubungan y:mg melalui operator.
Mikrokomroler selain dikemukakan diatas, juga digunakan untuk
mendeteksi keadaan oftbook (gagang telepon diangkat), dimana pada saat
offbook mikrokontroler siap menerima data digital dari DTMF, selain itu
juga mikrokontroler mengaturrelai yang menghubungkan pesawat telepon
dengan jaringan telepon. LCD digunakan untuk menampilkan angka-angka
yang ditekan dan juga menampilkan perrnintaan pasword dan permintaan
nom or telepon yang akan dihubungi, dim ana data-datanya berasal dari
mikrokontroler.
Hasil pengukuran yang dilakukan pada alat menunjukan bahwa
besaran-besaran yang diperlukan agar alat bekerja telah terpenuhi, dimana
parameter-parameter yang diukur yaitu tegangan input dan output dari
masing-masing blok dari blok diagram alat. Pada blok mikrokontrolcr tidak
ditekankan pada pengukuran tapi lebih pada pengujian yaitu apakah
rangkaian dalam blok ini bekerja sesuai dengan program yang disusun.
Respon dari mikrokontroler pada alat ini lambat, hal ini bisa
dicontohkan pada saat penekanan nomor telepon. Saat menekan nomor
pertama perlu penekanan yang agak lama dari biasanya sebelum menekan
nomor berikutnya. Disini display bisa menjadi indikator bahwa sebuah
nomor yang ditekan telah diterima oleh mikrokontroler, apabila nomor yang
ditekan telah muncul pada display maka nomor berikutnya bisa dimasukan .
.