Abstract :
Penelitian ini mengenai cost-effectiveness analysis penggunaan insulin aspartam kerja cepat dan insulin regular kerja pendek pada pasien rawat inap yang di diagnosa diabetes mellitus dengan hiperglikemia di Rumkital Dr. Ramelan Surabaya periode 01 Juli 2009 - 31 Januari 2010. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat retrospektif. Sampel penelitian adalah 38 data rekam medik pasien yang di diagnosa diabetes mellitus dengan hiperglikemia yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan lama perawatan antara pasien yang menggunakan insulin aspartam dan insulin regular tidak bermakna (α=0,05). Perbedaan antara biaya penggunaan insulin aspartam dan insulin regular bermakna (α= 0,05), di mana biaya pada pasien yang menggunakan insulin aspartam lebih besar daripada yang menggunakan insulin reguler. ACER penggunaan insulin regular (Rp 462.320,96) lebih kecil daripada insulin aspartam (Rp 614.400,00), demikian pula ICER biaya pada pasien yang menggunakan insulin aspartam sebesar (Rp 1.143.243,24). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan insulin aspartam kerja cepat tidak cost-effecvtive bila dibandingkan dengan insulin reguler kerja pendek.