Abstract :
Chocolate spread merupakan selai yang berbasis lemak dan berasa manis dengan bahan baku utama meliputi gula, lemak, coklat bubuk, susu, stabilizer, dan
emulsifier. Chocolate spread umumnya dikemas dalam
kemasan botol dan untuk penggunaanya harus dioleskan terlebih dahulu pada roti tawar.
Inovasi pembuatan chocolate spread
dalam bentuk slice memiliki keuntungan karena lebih mudah dalam penyiapan dan
penyimpanannya.
Pembuatan Chocolate Spread Slicemembutuhkan gelling
agent, yaitu agar, gelatin, dan karaginan agar bisa membentuk tekstur yang padat namun tetap memiliki tekstur lembut dan mudah hancur ketika dimulut. Penggunaan karaginan dapat mempengaruhi karakteristik fisikokimia dan organoleptik
chocolate spread slice sehingga perlu
dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi karaginan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu konsentrasi karaginan (P) yang
terdiri dari tujuh level, yaitu 4,0% (P1); 4,5% (P2);
5,0% (P3); 5,5% (P4); 6,0% (P5); 6,5% (P6); dan
7,0% (P7), dari couverture chocolate yang digunakan dan empat pengulangan.
Perbedaan konsentrasi karaginan berpengaruh terhadap kadar air, hardness, adhesiveness, cohesiveness, dan nilai organoleptik (warna, kekokohan, dan kemampuan meleleh di mulut. Konsentrasi karaginan
yang semakin tinggi menyebabkan penurunan kadar air, adhesiveness, dan tingkat sineresis, sedangkan nilai hardness dan cohesiveness meningkat.
Hasil pengujian warna menunjukkan warna coklat (
campuran warna merah yang dominan dan kuning dengan intensitas yang rendah).
Perlakuan terbaik yang ditentukkan berdasarkan luas area
spider web uji organoleptik adalah chocolate spread slice dengan konsentrasi karaginan 7,0% dengan kadar air
36,21% (wet basis), nilai hardness 295,2942 g, nilai
adhesiveness -686,170 g.s, dan nilai cohesiveness
0,291 dan tingkat penerimaan panelis dari segi
rasa 5,2482, warna 5,6718, kekokohan 5,5600
, dan kemudahan meleleh di mulut 6,0329
dari standar nilai skor 1-7.