Abstract :
Telah dilakukan penelitian mengenai uji efek antiinflamasi akut ekstrak daun dewa (Gynura procumbens LOUR MERR) pada tikus putih dengan menggunakan metode pengukuran radang telapak kaki tikus dengan induksi karagen dan metode menggunakan parameter serum CRP. Hewan coba yang digunakan dibagi dalam lima kelompok, masing-masing terdiri dari lima ekor tikus putih. Ekstrak daun dewa (Gynura procumbens LOUR MERR) diberikan pada kelompok perlakuan per oral dalam bentuk suspensi dengan larutan PGA 3% b/v dengan konsentrasi 5, 10, 15% b/v dengan volum pemberian 1 ml/100 kgBB, kelompok kontrol hanya diberikan larutan PGA 3% b/v dan kelompok pembanding diberikan suspensi ibuprofen 0,18 mg/kgBB dalam larutan PGA 3% b/v dengan volum dan rute pemberian yang sama. Setelah 60 menit pemberian ekstrak, telapak kaki belakang tikus disuntik dengan larutan karagen 1% b/v sebanyak 0,1 ml secara sub kutan. Parameter yang diamati adalah volum radang telapak kaki tikus yang diukur dengan plethysmometer pada jam ke- 1, 2, 3, 4, dan kadar serum C-Reaktif Protein dengan nycocard CRP single test pada jam ke-48.. Hasil analisis dengan anava rambang lugas menunjukkan bahwa ekstrak daun dewa pada konsentrasi 5, 10, dan 15% b/v mempunyai efek antiinflamasi, serta ada hubungan antara peningkatan dosis ekstrak daun dewa dengan peningkatan efek antiinflamasi akut.