Abstract :
Salbutamol sulfat merupakan reseptor β2 – adrenergic agonis yang selektif, salbutamol sulfat memiliki aksi singkat dalam pengobatan asma dan penyakit paru- paru obstriktif kronis memiliki bioavailabilitas yang rendah karena untuk mengatasi hal tersebut salbutamol sulfat diformulasikan dalam bentuk sediaan nasal gel in-situ sehingga dapat meningkatkan bioavailabilitas yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi carbopol 940 dan xanthan gum yang dapat memenuhi persyaratan nasal gel yang baik meliputi pengembangan, daya rekat pada
mukosa, viskositas, kekuatan gel, dan kestabilan pada pH tubuh ketika diberikan secara pasif pada mukosa hidung serta untuk mengetahui pengaruh kedua polimer terhadap pelepasan salbutamol sulfat. Berdasarkan hasil penelitian, carbopol 940 menurunkan respon, sedangkan xanthan gum meningkatkan respon. Pemilihan formula optimum dilakukan dengan menggunakan metode desain faktorial, dimana respon yang diamati meliputi pH, kekuatan gel, lama merekat, dan pelepasan. Pada respon kekuatan gel dan lama merekat faktor carbopol dan xanthan gum, maupun interaksi carbopol dan xanthan gum pada konsentrasi 0,5 % mampu meningkatkan keduanya dan relatif stabil terhadap pH. Untuk pelepasan faktor xanthan gum mampu meningkatkan jumlah pelepasan bahan aktif. Berdasarkan program Design
expert ® diperoleh formula optimum yaitu konsentrasi carbopol 940 0,5% dan konsentrasi xanthan gum 0,5% akan menghasilkan respon pH 4,5, respon kekuatan gel 9,46 detik, lama merekat 3,5 jam, dan fluks pelepasan 183,86 µg/cm2/jam