Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh posisi substituen kloro pada beberapa turunan n-fenil-n’-benzoiltiourea terhadap aktivitas penghambatan bakteri pseudomonas aeruginosa dan bacillus subtilis. pengujian tersebut menggunakan metode difusi cakram dan dilusi padat. senyawa yang diuji adalah n-fenil-n’-benzoiltiourea, n-fenil-n’-(3- klorobenzoil)tiourea, n-fenil-n’-(4-klorobenzoil)tiourea, dan n-fenil-n’- (3,4-diklorobenzoil)tiourea. senyawa uji turunan n-fenil-n’-benzoiltiourea terlebih dahulu diuji kelarutannya, diperoleh hasil bahwa senyawa tersebut larut dalam dmso, uji kemurnian dengan kromatografi lapis tipis (klt) diperoleh hasil adanya satu noda dengan tiga fase gerak yang berbeda
kepolarannya, dengan uji titik leleh diperoleh rentang hasil ≤ 2oc, hasil identifikasi struktur dengan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya daerah gugus fungsi dan daerah sidik jari dari senyawa uji. hasil uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram menunjukkan tidak adanya daerah hambatan pertumbuhan (dhp) mulai dari konsentrasi cakram 800 µ g/20 µ l sampai 40 µ g/20 µ l. pada metode dilusi padat
senyawa uji tidak menghasilkan nilai kadar hambat minimum (khm) mulai
dari konsentrasi 15 ppm sampai 285 ppm. penentuan aktivitas senyawa uji terhadap penghambatan bakteri uji dengan metode difusi cakram dan dilusi padat tidak diperoleh nilai dhp dan khm, dapat dikatakan bahwa senyawa uji turunan n-fenil-n’-benzoiltiourea tidak memiliki efek antibakteri. adanya penambahan substituen kloro pada senyawa uji turunan n-fenil-n’- benzoiltiourea tidak memberikan pengaruh terhadap aktivitas penghambatan bakteri pseudomonas aeruginosa dan bacillus subtilis.