Abstract :
Monascus sp. merupakan kapang yang dapat menghasilkan
pigmen berwarna oranye, kuning, dan merah yang telah digunakan
sebagai pewarna alami makanan dan minuman. Pertumbuhan dan
produksi pigmen Monascus dapat dilakukan dengan cara fermentasi padat
yang sederhana namun menghasilkan perolehan pigmen yang tinggi.
Produk pertanian dan limbah hasil pertanian yang mengandung pati yaitu
biji durian dapat digunakan sebagai substrat untuk fermentasi padat.
Selain karbohidrat juga diperlukan komponen lain yaitu protein untuk
pertumbuhan dan produksi pigmen Monascus.
Biji durian merupakan 5-15% bagian buah durian yang terbuang
sebagai limbah. Biji durian varietas Petruk memiliki kandungan pati
25,195% dan protein 3,965% dengan kadar air 45,67%. Penambahan
nitrogen, baik anorganik maupun organik diperlukan untuk meningkatkan
pertumbuhan dan produksi pigmen Monascus. Tepung kedelai merupakan
salah satu sumber nitrogen organik yang dapat memberikan hasil
perolehan pigmen Monascus yang tinggi melalui fermentasi padat pada
biji durian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
variasi konsentrasi tepung kedelai sebagai sumber nitrogen organik pada
media biji durian varietas Petruk terhadap pertumbuhan dan produksi
pigmen Monascus sp. KJR2.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak
Kelompok (RAK) non faktorial dengan perlakuan yaitu konsentrasi
tepung kedelai (1,0%b/b; 1,5%b/b; 2,0%b/b; 2,5%b/b; 3,0%b/b). Masing-masing
perlakuan diulang sebanyak empat kali. Pengujian yang dilakukan
meliputi analisa angka lempeng total angkak, kadar pigmen larut etanol,
dan kadar pigmen larut air. Data selanjutnya dianalisa menggunakan
analisa varians (ANAVA) pada α = 5%. Apabila hasil uji ANAVA
menunjukan adanya pengaruh nyata, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata
Duncan (Duncan’s Multiple Range Test) pada α = 5% untuk mengetahui
taraf perlakuan yang memberikan perbedaan nyata.