Abstract :
Seks adalah kebutuhan dasar manusia yang hanya dapat dipenuhi dengan hubungan seksual dengan pasangan. Pada kenyataannya, tidak semua manusia dapat memenuhinya. Hukuman terisolasi dari dunia sosial pada narapidana menjadi hambatan bagi narapidana untuk bisa memenuhi kebutuhan seks tersebut. Dalam teori Freud, dikatakan apabila dorongan manusia bertentangan dengan realitas eksternal maka manusia tersebut akan mengalami kondisi disequilibrium. Kondisi disequilibrium ini akan membuat manusia berusaha kembali ke kondisi equilibrium dengan melakukan tindakan tertentu.
Subyek penelitian berjumlah 2 orang dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan di rumah tahanan. Subyek penelitian memiliki kriteria telah menikah dan telah minimal 6 bulan berada di rumah tahanan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara snowball sampling dan menggunakan validasi komunikatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa selama berada di rumah tahanan kebutuhan seks pernah muncul, namun dari beberapa upaya yang pernah dilakukan, narapidana tidak dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan tersebut. Problem focus coping dan Emotional focus coping dilakukan oleh narapidana untuk mengatasi dampak tidak terpenuhinya kebutuhan seks.