Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Karya, Kadek Wisnu Segara
Subject
Medicine
Datestamp
2017-01-06 01:15:13
Abstract :
Obesitas menjadi penyebab banyak masalah kesehatan di dunia, termasuk Indonesia. Obesitas sentral merupakan salah satu jenis obesitas, ditandai dengan tingginya akumulasi lemak di jaringan adiposa bagian abdomen, yang dapat dinilai dengan indikator lingkar pinggang. Obesitas sentral lebih berisiko menimbulkan sindrom metabolik daripada obesitas umum. Obesitas sentral mempunyai hubungan yang kuat dengan resistensi insulin. Resistensi insulin dapat menyebabkan gangguan profil lipid darah, salah satunya hipertrigliseridemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lingkar pinggang dengan kadar trigliserida darah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Data yang digunakan adalah ukuran lingkar pinggang (variabel independen) dan kadar trigliserida darah (variabel dependen) masyarakat yang mengikuti program pemeriksaan laboratorium pada 5 Juni 2016 di Poliklinik Santa Maria Tak Bercela. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi adalah 103 responden (51,5% laki-laki, 48,5% perempuan), yang diambil dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Pearson dan uji beda t test independent. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi obesitas sentral sebesar 57,4% (66,1% laki-laki, 46% perempuan), dengan persentase tertinggi pada usia 45-54 tahun (65%); prevalensi hipertrigliseridemia sebesar 44,7% (54,7% laki-laki, 34% perempuan), dengan persentase tertinggi pada usia 45-54 tahun (60%). Hasil uji korelasi menunjukkan korelasi positif (r = 0,292) dan signifikan (p = 0,034) pada laki-laki, serta korelasi positif (r = 0,458) dan signifikan (p = 0,001) pada perempuan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara ukuran lingkar pinggang dengan kadar trigliserida darah pada kedua jenis kelamin. Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p = 0,012 pada laki-laki dan p = 0,000 pada perempuan) kadar trigliserida darah antara kelompok obesitas sentral dan tidak obesitas sentral pada kedua jenis kelamin. Seluruh hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa semakin tinggi ukuran lingkar pinggang, maka semakin tinggi kadar trigliserida darah. Masyarakat perlu meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi asupan makanan tinggi karbohidrat dan lemak untuk mencegah dan/atau meminimalisir dampak obesitas sentral.