Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Maria Jessica Rachman (STUDENT ID : mariajessicarachman@yahoo.com)
Subject
Medicine
Datestamp
2017-01-10 02:10:42
Abstract :
Penurunan kapasitas aerobik pada lansia dapat memberikan dampak yang buruk bagi lansia itu sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan pencegahan penurunan kapasitas aerobik, salah satunya adalah dengan olah raga Tai Chi. Untuk mengetahui efek Tai Chi terhadap kapasitas aerobik lansia di Griya Usia Lanjut Santo Yosef Surabaya, diberikan latihan Tai Chi dengan tipe Qigong selama 8 minggu atau 40 kali pertemuan dengan frekuensi maksimal 5 kali dalam seminggu dengan durasi latihan selama 60 menit. Kapasitas Aerobik sendiri dinilai dengan menggunakan 6-Minute Walk Test (6MWT) yang nantinya hasilnya akan dimasukkan ke dalam rumus untuk mendapatkan VO2max.
Penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental untuk mengetahui efek Tai Chi Qigong terhadap kapasitas aerobik lansia. Total tujuh belas orang sampel yang berhasil memenuhi kriteria inklusi, kriteria eksklusi, dan berhasil melaksanakan penelitian hingga akhir dengan kehadiran latihan lebih dari 75%. Pengambilan data 6MWT dilakukan sebelum intervensi, minggu ke-4, dan setelah intervensi.
Terdapat penurunan kapasitas aerobik lansia dari 25,103070 ml/kg/min (sebelum intervensi) menjadi 24,4344 ml/kg/min (minggu ke-4 intervensi) yang tidak signifikan (p=0,234). Terdapat peningkatan kapasitas aerobik dari 24,4344 ml/kg/min (minggu ke-4 intervensi) menjadi 25,248976 ml/lg/min (setelah intervensi) yang signifikan (p=0,04). Terdapat peningkatan kapasitas aerobik dari 25,103070 ml/kg/min (sebelum intervensi) menjadi 25,248976 ml/kg/min (setelah intervensi) yang tidak signifikan (p=0,800).
Sesuai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, efek Tai Chi bisa terlihat dengan waktu intervensi yang lebih lama. Oleh karena itu, Tai Chi Qigong belum memberikan efek yang signifikan terhadap kapasitas aerobik lansia dengan intervensi selama 8 minggu atau 40 kali pertemuan.