Abstract :
Soekardjo, dkk. (2009) telah melakukan studi hubungan kuantitatif struktur
dengan aktivitas analgesik terhadap mencit (Mus musculus) dari turunan
asam benzoil salisilat. Dari empat belas senyawa yang sintesis, diketahui
bahwa asam O-(3-metilklorobenzoil)salisilat memiliki aktivitas analgesik
yang paling baik bila ditinjau dari nilai ED50 sebesar 15,73% mg/kgBB,
sedangkan ED50 asam asetilsalisilat sebesar 32% mg/kgBB. Karenanya
dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pemodelan interaksi
turunan potensial asam benzoil salisilat dengan reseptor enzim
siklooksigenase - 2. Dilakukan pemodelan interaksi turunan potensial asam
benzoil salisilat pada reseptor enzim siklooksigenase – 2 menggunakan
program komputer Glide (lisensi Schrodinger). Penelitian ini dilakukan
dengan mengamati perhitungan energi interaksi atau GScore dan gambaran
interaksi kimia yang terjadi sehingga mendapatkan senyawa yang cukup
potensial disintesis oleh peneliti selanjutnya. Dari hasil pengamatan,
diketahui bahwa asam O-(2-trifluorometoksibenzoil)salisilat (GScore = -
9.97), asam O-(2,4-dimetilbenzoil)salisilat (GScore = -9.94), asam O-(2-
fluorobenzoil)salisilat (GScore = -9.62) dan asam O-(2,3-
dimetilklorobenzoil)salisilat (GScore = -9.49) merupakan senyawa yang
diprediksikan cukup potensial sebagai analgesik karena memiliki nilai
GScore lebih kecil dari asam O-(3-metilklorobenzoil)salisilat (-9.48) yang
sudah pernah disintesis. Interaksi pada reseptor siklooksigenase -2 adalah
pada residu Tirosin 385, Leusin 531, Tirosin 355 dan Arginin 120.
Kata-kata kunci: turunan asam benzoilsalisilat, enzim siklooksigenase – 2,
Glide (Schrodinger)