DETAIL DOCUMENT
Pemodelan interaksi turunan potensial asam benzoil salisilat dengan reseptor enzim siklooksigenase-2.
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Natalia, Ongki
Subject
 
Datestamp
2017-03-20 03:07:04 
Abstract :
Soekardjo, dkk. (2009) telah melakukan studi hubungan kuantitatif struktur dengan aktivitas analgesik terhadap mencit (Mus musculus) dari turunan asam benzoil salisilat. Dari empat belas senyawa yang sintesis, diketahui bahwa asam O-(3-metilklorobenzoil)salisilat memiliki aktivitas analgesik yang paling baik bila ditinjau dari nilai ED50 sebesar 15,73% mg/kgBB, sedangkan ED50 asam asetilsalisilat sebesar 32% mg/kgBB. Karenanya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pemodelan interaksi turunan potensial asam benzoil salisilat dengan reseptor enzim siklooksigenase - 2. Dilakukan pemodelan interaksi turunan potensial asam benzoil salisilat pada reseptor enzim siklooksigenase – 2 menggunakan program komputer Glide (lisensi Schrodinger). Penelitian ini dilakukan dengan mengamati perhitungan energi interaksi atau GScore dan gambaran interaksi kimia yang terjadi sehingga mendapatkan senyawa yang cukup potensial disintesis oleh peneliti selanjutnya. Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa asam O-(2-trifluorometoksibenzoil)salisilat (GScore = - 9.97), asam O-(2,4-dimetilbenzoil)salisilat (GScore = -9.94), asam O-(2- fluorobenzoil)salisilat (GScore = -9.62) dan asam O-(2,3- dimetilklorobenzoil)salisilat (GScore = -9.49) merupakan senyawa yang diprediksikan cukup potensial sebagai analgesik karena memiliki nilai GScore lebih kecil dari asam O-(3-metilklorobenzoil)salisilat (-9.48) yang sudah pernah disintesis. Interaksi pada reseptor siklooksigenase -2 adalah pada residu Tirosin 385, Leusin 531, Tirosin 355 dan Arginin 120. Kata-kata kunci: turunan asam benzoilsalisilat, enzim siklooksigenase – 2, Glide (Schrodinger) 
Institution Info

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya