Abstract :
Modal kerja merupakan salah satu aspek penting bagi berlangsungnya sebuah usaha dalam memperoleh keuntungan. Kebijakan pendanaan modal kerja, agresif atau konservatif, bergantung pada preferensi manajer dalam perusahaan yang mempertimbangkan trade-off antara profitabilitas dan risiko serta pengaruhnya terhadap perolehan laba. Manajer yang cenderung berhati-hati akan menerapkan kebijakan pendanaan modal kerja yang relatif konservatif, sedangkan manajer yang optimistis akan cenderung menggunakan kebijakan pendanaan agresif. Perbedaan penerapan kebijakan pendanaan modal kerja akan berpengaruh terhadap perbedaan laba yang diperoleh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebijakan pendanaan modal kerja terhadap profitabilitas yang dimoderasi dengan rasio perputaran modal kerja.
Penelitian ini menggunakan objek koperasi usaha di Surabaya selama periode 2008-2012. Data diperoleh dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi pooled data. Teknik sampling yang digunakan adalah criteria purposive sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 91 koperasi. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda. Analisis ini untuk mengetahui pengaruh antara kebijakan pendanaan modal kerja dan rasio perputaran modal kerja terhadap profitabilitas.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis pertama, kebijakan pendanaan modal kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas, sehingga koperasi yang menggunakan kebijakan pendanaan modal kerja agresif memiliki profitabilitas lebih rendah daripada koperasi menerapkan kebijakan pendanaan modal kerja konservatif. Kedua, rasio perputaran modal kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Ketiga, moderasi kebijakan pendanaan modal kerja dengan rasio perputaran modal kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, yang artinya hasil moderasi tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas