Abstract :
Pangan merupakan kebutuhan pokok terpenting bagi manusia. Beras
merupakan makanan pokok masyarakat. Kesadaran masyarakat akan
kesehatan dan keamanan pangan menyebabkan terjadinya pergeseran pola
konsumsi masyarakat dari beras non organik ke beras organik. Beras
organik hitam varietas Jawa merupakan salah satu jenis beras organik lokal
yang dibudidayakan di Indonesia. Beras hitam organik masih kurang
dimanfaatkan meskipun memiliki kadar gizi yang lebih baik. Beras dapat
diolah menjadi tepung yang dimanfaatkan masyarakat untuk diolah dan
menghasilkan produk makanan lain. Tepung dan beras yang beredar di
masyarakat dengan dikemas plastik polipropilen. Umur simpan beras
berwarna selama enam bulan demikian pula pada tepung berasnya. Oleh
karena itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh lama penyimpanan
terhadap perubahan sifat fisikokimia tepung dan beras organik hitam
varietas Jawa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian
deskriptif dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Data dihitung rata-rata
(dua ulangan dengan nilai terbaik) dan standar deviasinya. Parameter yang
diamati meliputi kadar air, kadar amilosa, dan swelling power dan
parameter pendukung kadar gula reduksi. Hasil menunjukkan lama
penyimpanan meningkatkan kadar air dan swelling power, menurunkan
kadar amilosa. Tepung dan beras organik hitam dengan pengemas
polipropilen mempunyai kadar air tertinggi 12,44% basis basah (bb) (bulan
ke-4), dan 13,55% bb (bulan ke-6); kadar amilosa 37,45% basis kering (bk)
dan 35,44% bk (bulan ke-2); dan swelling power 8,52% bk (bulan ke- 1)
dan 9,30% bk (bulan ke- 5) sedangkan kadar air terendah 11,07% bb (bulan
ke-2) dan 12,36% bb (bulan ke- 1); kadar amilosa 22,45% bk dan 25,15%
bk (bulan ke-6); dan kemampuan swelling 5,98% bk dan 6,00% bk (bulan
ke-2).