Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Lovitna Novia Puspitasari (STUDENT ID : lovitna95@gmail.com)
Nathania Puspitasari (STUDENT ID : nathania49@yahoo.co.id)
Subject
Chemical Engineering
Datestamp
2017-01-25 02:25:58
Abstract :
Indonesia merupakan negara agraris yang berpotensi sebagai penghasil berbagai macam jenis buah, salah satunya adalah jeruk bali (Citrus maxima). Jeruk bali merupakan tanaman buah yang mengandung banyak komponen nutrisi di dalamnya terutama pektin. Pektin adalah substansi alami berupa polimer hidrokoloid yang terdapat pada sebagian besar tanaman pangan. Pektin digunakan secara luas sebagai komponen fungsional pada industri makanan dan minuman karena kemampuannya membentuk gel. Selain itu, pektin juga digunakan dalam bidang farmasi sebagai emulsifier dan dalam bidang kosmetik sebagai bahan pasta gigi, sabun, dan lotion.
Selama ini, kulit jeruk bali di Indonesia masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga menjadi limbah bagi masyarakat. Kulit jeruk bali merupakan salah satu sumber terkaya pektin yang mengandung sekitar 30% pektin. Produksi pektin di Indonesia juga belum cukup dikenal dan dikembangkan secara luas. Oleh karena itu, tujuan didirikan pabrik ini adalah memproduksi pektin sebagai upaya untuk mengurangi impor dengan memanfaatkan limbah kulit jeruk bali yang didapatkan dari pengepul kulit jeruk bali.
Pada prarencana pabrik pektin dari kulit jeruk bali ini digunakan metode ekstraksi secara kimia dengan asam sitrat. Hal ini dikarenakan proses yang dilakukan lebih mudah, bahan yang digunakan lebih murah, dan waktu ekstraksi asam lebih singkat dibandingkan ekstraksi enzim.
Prarencana pabrik pektin dari kulit jeruk bali ini memiliki rincian sebagai berikut:
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas (PT)
Produksi : Pektin dari kulit jeruk bali
Kapasitas produksi : 264 ton pektin/ tahun
Hari Kerja Efektif : 330/tahun
Waktu Beroperasi : Tahun 2020
Bahan baku : Kulit jeruk bali
Utilitas : Air = 32,2307 m3/hari
: Listrik = 246,2267 kW
: Steam = 537,4302 kg/jam
Jumlah tenaga kerja : 103 orang
Lokasi pabrik : Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa
Tengah
Luas Pabrik : 3.865 m2
Analisa ekonomi
Modal Tetap (FCI) : Rp 26.959.139.550
Modal Kerja (WCI) : Rp 4.573.193.450
Biaya Produksi Total (TPC) : Rp 58.518.411.800
Rate of Return (ROR) sebelum pajak : 18,46 %
Rate of Return (ROR) sesudah pajak : 15,23 %
Pay Out Time (POT) sebelum pajak : 5 tahun 4 bulan
Pay Out Time (POT) sesudah pajak : 6 tahun 2 bulan
Break Event Point (BEP) : 32 %
Kelayakan pabrik ini dapat ditinjau dari berbagai segi, yaitu dari segi proses, peralatan, lokasi, dan ekonomi. Dengan melihat dari berbagai segi terutama untuk segi ekonomi, dimana Rate of Return Investment setelah pajak yaitu 15,23 % lebih besar dari suku bunga bank (10%) dan memenuhi nilai mar (Minimum Acceptable Return of Investment) yang dipilih untuk pabrik pektin yaitu antara 8 – 16%. Oleh sebab itu, prarencana pabrik pektin dari kulit jeruk bali layak didirikan secara teknis dan ekonomis.