Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Lewi Peter Richardo (STUDENT ID : lewipeter@hotmail.com)
Vincentius A Paulo Endra Adi Nugraha (STUDENT ID : endra1101@gmail.com)
Subject
Chemical Engineering
Datestamp
2017-01-23 03:49:57
Abstract :
Prarencana pabrik pembuatan nanocrystalline cellulose(NCC) dari buah bintaro didasarkan pada sifat NCC yang dapat diaplikasikan pada banyak bidang terutama bidang komposit dan polimer. Dengan sifat fisik yang baik, NCC dapat meningkatkan kualitas bahan komposit utama hanya dengan penambahan NCC dalam jumlah kecil.
Pembuatan NCC dilakukan melalui dua tahap yaitu proses pemurnian selulosa dan pembuatan NCC. Pemurnian selulosa dilakukan dengan metode organosolv dan pembuatan NCC dilakukan dengan metode hidrolisis asam.
Prarencana pabrik NCC ini memiliki rincian sebagai berikut:
Produk : Nanocrystalline Cellulose
Kapasitas produksi : NCC 3.190 ton/tahun
Waktu operasi : 330 hari/tahun, 24 jam/hari
Masa Konstruksi : 2 tahun
Waktu mulai beroperasi : Tahun 2018
Bahan baku : Buah Bintaro
Kapasitas bahan baku : - Bintaro 16.229,65 ton/tahun
- Asam sulfat 4.276,84 ton/tahun
- Etil asetat 1.864,47 ton/tahun
Fixed Capital Investment : Rp. 142.637.703.500
Work Capital Investment : Rp. 104.100.423.000
Total Capital Investment : Rp. 246.738.126.500
Total Production Cost : Rp. 1.372.571.089.500
ROR sebelum pajak : 13,04 %
ROR setelah pajak : 10,66 %
ROE sebelum pajak : 14,59 %
ROE setelah pajak : 12,22 %
POT sebelum pajak : 6 tahun 5 bulan 12 hari
POT setelah pajak : 7 tahun 3 bulan 8 hari
BEP : 40,89%
Kelayakan pabrik ini ditinjau dari berbagai macam pertimbangan, yaitu harga produk, lokasi pabrik dan nilai dari rate of return investment(ROR) setelah pajak yang lebih tinggi dari suku bunga pinjaman dari bank.