Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Author
Stephen Utomo (STUDENT ID : stephen_utomo@yahoo.com)
Siti Nisa Syakirina (STUDENT ID : s.nisa.s1992@gmail.com)
Subject
Chemical Engineering
Datestamp
2017-02-08 03:49:09
Abstract :
Minyak goreng merupakan bahan pokok yang banyak digunakan masyarakat dalam pengolahan makanan. Meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan peningkatan konsumsi minyak goreng. Salah satu bahan baku pembuatan minyak goreng yang banyak digunakan adalah CPO. Hal ini menyebabkan pengolahan minyak kelapa sawit turut menjadi komoditi ekspor tertinggi di Indonesia.
Pada proses pembuatan minyak goreng dilakukan pemucatan CPO. Pemucatan dilakukan untuk menurunkan kadar β karoten agar warnanya kelihatan lebih menarik. Pada proses pemucatan biasanya digunakan adsorben. Komposit Bentonit-Kitosan digunakan untuk menggantikan bentonite yang biasa digunakan sebagai adsorben. Komposit Bentonit-Kitosan dapat menggantikan Bentonit karena kemampuan adsorpsinya yang lebih baik.
Proses produksi komposit Bentonit-Kitosan terdiri dari 3 tahap yaitu, persiapan bahan baku, pembentukan nanokomposit, dan pengecilan dan penyeragaman komposit. Bentonit didispersi dalam air dengan Sonikator, sedang Kitosan dilarutkan dalam tangki pelarutan dengan menggunakan Asam Asetat. Proses Pembentukan nanokomposit menggunakan pemanasan, dimana Bentonit yang telah didispersi dalam air dicampur dengan larutan Kitosan. Setelah itu, slurry komposit dialirkan ke Spray Dryer untuk menghasilkan bubuk komposit. Komposit bubuk akan dikecilkan dan diseragamkan ukurannya menggunakan Ball Mill dan Vibrating Screen. Komposit yang ukurannya telah seragam kemudian ditampung dalam Tangki Penampungan Produk, sebelum dikemas dan dimasukkan ke Warehouse Produk.
Prarencara pabrik Nanokomposit Bentonit-Kitosan ini memiliki rincian sebagai berikut:
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas (PT)
Produksi : Nanokomposit Bentonit-Kitosan
Kapasitas Produksi : 2000 ton /tahun
Hari Kerja Efektif : 300 hari
Masa Konstruksi : 2 tahun
Waktu mulai beroperasi : Tahun 2020
Bahan baku : Bentonit dan Kitosan
Kapasitas Bahan Baku : Bentonit : 1666,67 ton/tahun
: Kitosan : 333,33 ton/tahun
Utilitas : Air = 14111,4 m3/hari
: Listrik = 11.881,4 kW
Jumlah Tenaga Kerja : 85 orang
Lokasi Pabrik : Jalan Industri, Cilangkap, Purwakarta, Jawa Barat
Luas Pabrik : 6.400 m2
Analisa Ekonomi
Harga jual yang ditentukan adalah Rp5.000,00/kg, harga ini didasarkan pada harga Bentonit. Berdasarkan harga jual ideal yang diperoleh sebesar Rp33.000,00/kg, maka analisa ekonomi sebagai berikut:
Modal Tetap (FCI) : Rp. 46.184.809.650,00
Modal Kerja (WCI) : Rp. 3.969.214.100,00
Biaya Produksi Total (TPC) : Rp. 54.754.262.400,00
Rate of Return Investment sebelum pajak : 18,12%
Rate of Return Investment setelah pajak : 11,96%
Rate of Equity Investment sebelum pajak : 28%
Rate of Equity Investment setelah pajak : 16,22%
Pay Out Time sebelum pajak : 4 tahun 9 bulan
Pay Out Time sesudah pajak : 5 tahun 11 bulan
Titik Impas (BEP) : 47,98%
Pabrik Nanokomposit Bentonit-Kitosan ini belum layak untuk didirikan karena harga jual yang ditentukan lebih rendah dari harga jual ideal. Sedangkan apabila dijual sesuai dengan harga jual ideal, maka harga komposit ini lebih mahal dari harga Bentonit yang akan digantikan. Hal ini terjadi karena faktor bahan baku Kitosan dan juga biaya peralatan yang cukup besar.