Abstract :
Minimnya media pembelajaran di sekolah dan rendahnya kemampuan
membaca siswa sehingga dilakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk
menghasilkan produk permainan bâjâng yang dalam bahasa Indonesia kartu
kuartet yang didesain menjadi kartu bâjâng (kuartet) berbasis edukasi lokal,
mengetahui tingkat kelayakan, dan mengetahui respon siswa kelas 1 terhadap
pengembangan permainan ini. Jenis penelitian yang di gunakan yaitu
pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model
penelitian menurut Thiagarajan( dalam Sugiono, 2014) yang meliputu Define,
Design, Development, dan Dissemination namun karena keterbatasan waktu, biaya
serta adanya pandemi covid-19 sehingga hanya di lakukan 3 tahapan saja yang
meliputi Define, Design, dan Development. Instrument pengumpulan data yang
digunakan lembar wawancara siswa, lembar validasi produk, lembar observasi uji
coba, lembar keterlaksanaan, petunjuk permainan, lembar angket respon siswa.
Pada validasi produk terdiri dari validasi desain,isi, dan penggunaan, untuk
persentase desain dan penggunaan memperoleh persentase 100% dan isi
memperoleh persentase 95%. Tahap uji coba produk dilakukan hanya 4 siswa saja
yaitu kelas 1 di desa patean kecamatan batuan kabupaten sumenep hal ini di
karenakan adanya pandemi covid-19. Hasil dari kuesioner repon siswa
mendapatkan persentase 100% dengan kriteria sangat baik. Jadi pengembangan
permainan bâjâng berbasis edukasi lokal untuk melatih kemampuan membaca
siswa pada tema 1 kelas 1 SD layak di gunakan sebagai media dalam
pembelajaran.
Kata kunci : Permainan Bâjâng, Edukasi Lokal, Kemampuan Membaca