Abstract :
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang telah lama menjadi
permasalahan kesehatan masyarakat di dunia, perilaku seseorang sangatlah
berkaitan erat dengan munculnya beberapa penyakit infeksi termasuk
tuberkulosis. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang baik mampu
memberikan kualitas hidup yang sehat dan yang kurang baik pun sebaliknya.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif berupa
komparatif dengan rancangan penelitian case control. Populasinya adalah seluruh
masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Saronggi (37,666 jiwa). Sampel
sebanyak 50 dibagi menjadi dua yaitu 25 kelompok kasus dan 25 kelompok
kontrol, diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Variabel independen penderita
Tuberkulosis Paru (kasus) dan tidak penderita Tuberkulosis Paru (kontrol)
sedangkan variabel dependen adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Analisa data yang dipakai adalah uji chi square dengan tingkat kemaknaan
p?0,05.
Hasil penelitian menunjukkan PHBS yang kurang paling banyak terjadi pada
kelompok kasus yaitu pada penderita Tuberkulosis Paru. Hasil analisis uji statistic
menggunakan chi square menunjukkan p=0,001 di ketahui bahwa (p?0,05) dan
OR: 8,143 (95% CI 2,294-28,901) dimana menunjukkan jika PHBS kurang akan
8,143 kali untuk mengalami terjadinya penyakit Tuberkulosis Paru.
Ada hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan terjadinya
penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Saronggi. Untuk
mencegah terjadinya penyakit Tuberkulosis Paru perlu ditingkatkan perilaku
hidup bersih dan sehat (PHBS) yang lebih baik agar terhindar dari penyakit
Tuberkulosis Paru.
Kata kunci: PHBS, Tuberkulosis Paru