Abstract :
Karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi, yaitu email dan
sementum, hal ini disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme dalam karbohidrat
yang dapat diragikan ditandai dengan demineralisasi jaringan keras gigi yang
diikuti dengan kerusakan bahan organiknya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui adanya hubungan perilaku mengkonsumsi makanan kariogenik dan
menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah di Wilayah
Kerja Puskesmas Manding.
Metode penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan
rancang bangun menggunakan korelasi. Populasi penelitian ini sebnyak 192 orang
dengan jumlah sampel 85 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah
simple random sampling. Variabel independen adalah perilaku mengkonsumsi
makanan kariogenik dan perilaku menggosok gigi dan variabel dependen adalah
kejadian karies gigi. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Spearman.
Pengumpulan data menggunakan instrument penelitian yaitu observasi dan
kuisioner.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar respoden yang
mengkonsumsi makanan kariogenik, memiliki perilaku yang sedang sebanyak 58
responden (68,2%), hampir setengahnya dari responden memiliki perilaku
menggosok gigi yang kurang sebanyak 46 responden (54,1%), hampir setengahnya
dari responden memiliki karies gigi yang sedang sebanyak 35 responden (41,2%).
Hal ini menunjukkan sebagian besar responden memiliki perilaku kebiasaan
menggosok gigi yang kurang akan memiliki karies gigi yang banyak. Diketahui dari
hasil uji statistik rank spearman di dapatkan nilai (P=0,000), karena lebih kecil dari
(a=0,05), artinya ada hubungan antara perilaku menggosok gigi dengan kejadian
karies gigi pada anak usia sekolah. Kesimpulan penelitian ini yaitu adanya
hubungan antara perilaku menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak
usia sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Manding.
Kata kunci : Makanan Kariogenik, Menggosok Gigi, Karies Gigi, Anak usia
sekolah