Abstract :
Osteoarthritis adalah penyakit peradangan pada sendi yang
menahun dan merupakan bentuk penyakit reumatik, penyakit ini banyak dijumpai
pada populasi lanjut usia. Nyeri adalah rasa indrawi dan pengalaman emosional
yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan yang nyata atau
berpotensi rusak atau tergambarkan seperti adanya kerusakan jaringan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air garam terhadap tingkat
nyeri osteoarthritis yang dialami oleh lansia di Desa Kalianget Timur. Metode:
Desain penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimen yaitu group pre test
and post test, dengan teknik sampling simple random sampling. Populasi dalam
penelitian sebanyak 54 lansia dengan jumlah sampel 40 lansia. Analisis data yang
digunakan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian sebelum dilakukan
terapi rendam air garam skala nyeri pada responden hampir setengahnya (67,5 %)
mengalami nyeri sedang (skala 4-6). Dan sesudah dilakukan terapi rendam air
garam skala nyeri pada responden hampir semuanya (87,5 %) mengalami nyeri
ringan (skala 1-3). Analisa data menggunkan uji Wilcoxon diperoleh hasil p=0,000
(<0,05) yang berarti ada pengaruh terapi rendam air garam terhadap tingkat nyeri
osteoarthritis pada lansia di Desa Kalianget Timur. Terapi rendam air garam dapat
digunakan sebagai terapi nonfarmakologis dalam perubahan tingkat nyeri
osteoarthritis pada lansia. Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi rendam air
garam terhadap tingkat nyeri osteoarthritis pada lansia di Desa Kalianget Timur.
Kata Kunci : Terapi Rendam Air Garam, Tingkat Nyeri, Osteoartritis