Abstract :
Hipertensi sering disebut the silent killerkarena penyakit ini merupakan
pembunuh tersembunyi serta menjadi ancaman bagi masyarakat di negara
berkembang. Pengendalian tekanan darah pada penderita Hipertensi lebih efektif bila prioritaspengendalian melalui Self management. Beberapa faktor yang mempengaruhi Self management pada penderita Hipertensi antara lain pengetahuan, tingkat pendidikan, serta perawatan diri. Tujuan penelitian untukmengetahui hubungan Self management dengan Perawatan diri pada penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pamolokan. Desain penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik denganpendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak224 orang penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pamolokan. Tekhnik sampling penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling dengan besar sampel 67 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner self management dan perawatan diri penderita Hipertensi. Analisis data menggunakan uji rank spearman (?) 0,05.
Hasil penelitian self management penderita Hipertensi didapatkan
sebagian besar responden 52 orang (77,6%) ,sedangkan perawatan diri sebagaian besar responden 47 orang (70,1%) masuk pada kategori kurang.Hasil uji analisis statistik kolerasi spearman menunjukkan bahwa nilai significancyp value = 0,02 (p 0,02), artinya Ho ditolak Hi diterima, yang berarti ada hubungan self management dengan perawatan diri pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas pamolokan, dengan konfisien kolerasi atau kekuatan hubungan sangat
lemah dengan 0,276 dengan arah hubungan positif.
Tenaga kesehatan perlu meningkatkan promosi kesehatan tentang perawatan diri pada masyarakat untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan
Hipertensi dimulai dari kesadaran masyarakat dan perubahan pola hidup ke arah yang lebih sehat.
Kata Kunci:Self Management,Perawatan Diri,Hipertensi.