Abstract :
Asma merupakan penyakit heterogen, yang ditandai dengan adanya
peradangan pada saluran pernafasan kronis dengan gejala pernafasan seperti sesak nafas, sesak dada, batuk dan terdengar suara wheezing. Sampai saat ini tidak ada obat yang dapat menyembuhkan asma secara total, namun dengan adanya strategi self management dapat membantu penderita asma dalam mengontrol penyakitnya dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh supportive educative berbasis caring terhadap self management penderita asma di Puskesmas Kalianget.
Metode penelitian ini menggunakan pra-eksperimen dengan rancangan
penelitian one group pretest-posttest desaign. Populasi penelitian ini sebanyak 89 orang dengan jumlah sampel 73 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Variabel independen adalah supportive educative berbasis caring dan variabel dependen adalah self management penderita asma.
Data dianalisis dengan menggunakan Uji Wilcoxon. Pengumpulan data
menggunakan kuisioner. Penelitian ini diawali dengan pre test kemudian diberikan supportive educative berbasis caring dan dilanjutkan dengan post test.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self management asma sebelum
diberikan supportive educative berbasis caring hampir seluruhnya dari responden memiliki self management yang cukup sebanyak 67 responden (91.8%), dan setelah diberikan supportive educative berbasis caring sebagian besar dari responden
memiliki self management yang baik sebanyak 55 responden (75.3%). Hasil dari analisa uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai signifikan sig. 0,000 artinya ada pengaruh supportive educative berbasis caring terhadap self management penderita asma. Kesimpulan penelitian ini yaitu supportive educative
berbasis caring dapat meningkatkan pengetahuan bagi penderita asma dalam melakukan self management.
Kata kunci: Supportive Educative, Caring, Self Management, Asma