Abstract :
Tuberculosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium
yaitu Mycobacteria bakteri yang berbentuk batang, bersifat, aerobic dan tidak membentuk spora. Kecemasan adalah pengalaman subjektif dari individu dan tidak dapat diobservasi secara langsung serta merupakan suatu keadaan emosi tanpa objek yang spesifik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama pengobatan dengan tingkat kecemasan pada pasien tuberculosis.
Desain penelitian yang digunakan adalah metode analitik obsevasional dengan menggunakan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Gapura sebanyak 47 orang.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive
Sampling dengan besar sampel 42 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner DASS (Depression, Anxiety, Stress Scale) dan wawancara. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank.
Hasil penelitian didapatkan mayoritas pasien tuberculosis paru adalah
hampir setengah pasien menjalani pengobatan di 3 bulan pengobatan sebanyak 16 orang (38.1%). Mayoritas pasien tuberculosis paru mengalami tingkat kecemasan parah yaitu sebanyak 23 orang (57.1%). Hasil uji analisis statistik kolerasi spearman menunjukkan bahwa nilai significancy ? value = 0,02 (? 0,05), artinya Ho ditolak Hi diterima, yang berarti ada hubungan lama pengobatan dengan tingkat kecemasan pada pasien tuberculosis paru di wilayah kerja puskesmas Gapura, dengan konfisien kolerasi atau kekuatan hubungan lemah dengan 0,029 dengan arah hubungan positif.
Tenaga kesehatan perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan
tentang tuberculosis paru untuk memberikan informasi dan meningkatkan
pengetahuan penderita agar mengurangi rasa kecemasan penderita tuberculosis paru dan diberikan psikodukasi atau dukungan dari orang terdekat agar penderita merasa dirinya benar-benar dibutuhkan.