Abstract :
Vaksinasi Covid-19 selain memberikan manfaat namun juga mampu
memunculkan perdebatan tentang apa isi dan efek sampingnya. Program vaksinasi
covid-19 hingga kini masih berjalan, target sasaran utama program vaksinasi
covid-19 ini salah satunya adalah kaum lansia. Tersebarnya isu-isu negative
tentang vaksinasi covid-19 memberikan dampak buruk bagi perkembangan
program vaksinasi ini. Beberapa dari lansia menganggap Vaksin covid-19 ini
haram dan dapat menimbulkan kematian juga berbahaya bagi lansia yang
memiliki penyakit penyerta (komorbid). Hal tersebut menimbulkan persepsi lansia
dengan komorbid pada vaksinasi covid-19 di kecamatan lenteng.
Desain yang digunakan yaitu Deskriptif Kualitatif. Dilaksanakan di
Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep pada bulan Juni 2022 sebanyak 10
informan lansia komorbid dan 1 informan kunci dari tenaga kesehatan puskesmas
lenteng. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam.
Analisis data yang digunakan yaitu Open Coding, axial coding, selective coding.
Hasil penelitian didapatkan bahwa persepsi lansia dengan komorbid
meliputi Pandangan masyarakat lansia, pemahaman masyarakat lansia, perasaan
(ketakutan) masyarakat lansia, dan pengetahuan masyarakat lansia pada vaksinasi
covid-19. Persepsi lansia dengan komorbid pada vaksinaso covid-19 sudah mulai
berubah perlahan dikarenakan adanya edukasi dari proses penyuluhan yang
dilakukan oleh tenaga kesehatan setempat.
Kesimpulan penelitian ini yaitu perasaan yang dialami oleh masyarakat
lansia dengan komorbid dalam berbagai sudut pandang yang melatar belakangi
sehingga membentuk persepsi. Hal ini dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor
eksternal. Perlu adanya kerja sama professional dan lintas sektor untuk mengatasi
permasalahan ini sehingga memperbaiki persepsi yang ada.
Kata kunci : Lansia, Persepsi, Komorbid