Abstract :
Virus corona merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan serta
mudah menular. Pemerintah memulai untuk melakukan vaksin secara serentak
untuk mencegah penularan covid 19. Self efficacy memberikan motivasi serta
merubah perilaku lansia dalam kesediaan menerima vaksinasi covid-19. Tujuan
penelitian untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan perilaku lansia dalam
kesediaan menerima vaksinasi covid-19.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross
sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Desa Manding Daya.
Teknik sampling menggunakan simple random sampling sehingga sampel
berjumlah 68 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang self
efficacy lansia dan kuesioner perilaku lansia dalam kesediaan menerima vaksinasi
covid-19. Analisa data menggunakan uji spearman dengan (? < 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan, hampir setengahnya lansia di Desa Manding
Daya memiliki self efficacy yang tinggi dan perilaku lansia dalam kesediaan
menerima vaksinasi covid-19 adalah baik. Hasil analisa data tentang self efficacy
dengan perilaku lansia dalam kesediaan menerima vaksinasi covid-19 didapatkan
?Value = 0,000 (? < 0,05).
Self efficacy salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam
kesediaan menerima vaksinasi covid-19, seseorang dengan self efficacy yang tinggi
memiliki dampak positif lebih berkomitmen untuk melakukan vaksin caovid-19,
sebaliknya pula seseorang dengan perilaku yang sehat mampu memperbaiki
kesehatan tubuhnya dan melindungi diri dari pengaruh negatif.
Disimpulkan bahwa pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan
antara self efficacy dengan perilaku lansia dalam kesediaan menerima vaksinasi
covid-19 di Desa Manding Daya karena nilai signifikan kurang dari 0,05.
Kata Kunci : Self Efficacy, Perilaku Vaksinasi Covid-19