Abstract :
Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal dan
diukur paling tidak pada tiga kesempatan yang berbeda. Kelor (Moringa oleifera
Lam) merupakan tanaman perdu yang tinggi pohonnya dapat mencapai 10 meter,
tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1000 m diatas
permukaan laut. Ada beberapa herbal yang dapat dilakukan untuk menurunkan
tekanan darah salah satunya yaitu terapi air rebusan daun kelor. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun kelor (moringa
oleifera) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi.
Jenis penelitian ini menggunakan metode pra experimental dengan
rancangan pre-post test group design. Populasi 33 orang lansia dan responden
yang digunakan 30 orang lansia dengan menggunakan pengumpulan data
Purposive Sampling.
Hasil analisa uji statistik dengan menggunakan Uji T pada kelompok
perlakuan didapatkan nilai sig. 0.000 (P < 0.05) yang artinya terdapat perubahan
kualitas tidur sebelum dan sesudah pemberian terapi air rebusan daun kelor. Pada
kelompok kontrol didapatkan nilai sig. 0.828 (P > 0.05) yang artinya tidak
terdapat perubahan pada tekanan darah responden.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian air
rebusan daun kelor (moringa oleifera) terhadap tekanan darah pada penderita
hipertensi Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep.
Kata Kunci : Hipertensi, Air Rebusan Daun Kelor