Abstract :
Pendahuluan : Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit yang
menyebabkan gangguan metabolism (metabolic syndrome) dari distribusi gula
oleh tubuh. Orang yang mengalami penyakit diabetes mellitus tidak dapat
mengahasilkan produksi insulin yang cukup untuk tubuhnya, atau dapat dikatakan
tubuh penderita DM ini tidak mampu menggunakan insulin secara efektif
sehingga mengakibatkan kelebihan gula darah. Diabetes melitus adalah penyakit
endokrin yang ditandai oleh kelainan metabolisme dan komplikasi jengka panjang
yang melibatkan organ lain seperti mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah.
Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif quasy
experiment. Populasinya adalah penderita DM tipe 2 di puskesmas Pragaan
sebanyak 135 orang. Besar sampel sebanyak 57, dengan kelompok perlakuan
sebanyak 28 responden dan kelompok kontrol sebanyak 29 responden, dengan
menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan
kuesioner kualitas hidup WHOQOL BREF.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan, ada pengaruh yang signifikan
terhadap Diabetes Self Management Education (DSME) berbasis caring terhadap
kualitas hidup penderita DM tipe 2. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon
menunjukkan peningkatan tingkat kualitas hidup dengan nilai yang signifikan,
yaitu pada kelompok perlakuan pre test dan post test pada kualitas hidup aktifitas
fisik p<0.5 yaitu sebesar 0.003, kualitas hidup psikologis p<0.5 yaitu sebesar
0.000, kualitas hidup sosial p<0.5 yaitu sebesar 0.002, kualitas hidup lingkungan
p<0.5 yaitu sebesar 0.00. Kesimpulan : Ada pengaruh Diabetes Self Management
Education (DSME) terhadap kualitas hidup penderita DM tipe 2. Saran peneliti
dapat mengembangkan metode edukasi pada pelaksanaan DM dengan pendekatan
DSME.
Kata kunci : DM, Diabetes Self Management Education (DSME), Kualitas